Grup Berca merupakan produsen pakaian dan peralatan olah raga berbagai merek terkemuka diantaranya NIKE, AND1, Umbro, mulai mencoba memperluas usahanya dengan coba membuat konsep usaha baru, yaitu dengan membuat brand sepatu olah raga lokal. Sepatu olah raga asli Indonesia ini, dibuat dengan nama League, diharapkan dapat bersaing dan berlaga dengan produk olah raga lain yang sudah lebih dulu berkecimpung di Indonesia pada khususnya.
Konsep League adalah paduan antara sport (60%) dan gaya hidup (40%) sehingga diharapkan dapat menjangkau pasar olah raga dan juga non-olah raga. Dari sisi harga, di atas harga merek lokal tetapi di bawah merek internasional (Adidas, Nike, Fila, dll). Segmen pasar yang ingin dibidik oleh League adalah segmen pasar menengah dengan membidik usia antara 15-35 tahun, khususnya mahasiswa dan eksekutif muda. Karena bahan bakunya 60% merupakan bahan baku lokal dan 40% sisanya adalah bahan baku impor maka harga produksinya dapat ditekan dan harganya pun mudah dijangkau karena disesuaikan dengan target pasar menengah, Rp 199,000 – Rp 449,000.
Fokus utama produk League adalah sepatu atletik yang dirancang khusus untuk olahraga atau digunakan untuk rekreasi. League juga mulai memperluas produknya dengan menjual pakaian atletik dengan merek dagang yang sama. Di antara produk baru yang di tawarkan, meliputi berbagai macam bidang kegiatan olahraga, diantaranya:
basket,
casual,
running,
soccer/futsal,
indoor badminton dan
koleksi sepatu olah raga anak
Setelah cukup bermain di produk sepatu, akhirnya Grup Berca memutuskan untuk mendiversifikasikan produknya. Mereka mulai membuat produk mulai kaos, aksesoris olah raga seperti tas, tempat minum, topi, dan sebagainya. Yang paling mengagumkan adalah dapat konsen dalam satu induk jenis prodduk yaitu produk olah raga dan semua tetap menggunakan satu merk “League”. Seiring dengan perkembangan tersebut, League mulai membuat branding baru, positioningnya sebagai “Sepatu lokal berkualitas” dan kemudian memiliki brand yang lebih dikenal dengan “Lead the Way”.
POSITIONING PRODUK NIKE
Usaha yang dilakukan Hartati Murdaya, pemilik Grup Berca, dalam menjalankan usaha sepatunya terus dikembangkan. Tidak hanya memproduksi produk merek luar negri tetapi keinginannya untuk mengedepankan produk lokal sangatlah dipandang sebelah mata oleh para pengusaha lain. Namun usaha dan jerih payah Grup Berca dalam menempatkan diri pada pasar dalam negripun tidaklah sia-sia.
Dengan peningkatan penjualan merek League, penambahan toko, dan kerjasama dengan distributor. Kami optimistis omset tahun 2008 dapat mencapai Rp250 miliar.
Selain 100 outlet yang telah dimiliki Grup Berca yang menjual sepatu olah raga merek internasional, Ke depan, outlet khusus League akan terus dikembangkan. Sampai akhir Desember 2008 sudah dibuka tiga outlet, di Pondok Indah Mall I, Puri Indah Mall, dan Citraland Mall. Masing-masing outlet saat ini mencapai omset rata-rata Rp20-30 juta per hari. Meski harga League hanya seperempat dari harga tiga merek lain, Budi optimis omset tidak akan berubah, bahkan terus meningkat. Sebab, dengan kualitas yang sama, diharapkan kuantitas penjualan akan meningkat.
Di sisi lain, dengan penurunan produksi sepatu Nike, Grup Berca akan meningkatkan terus produksi sepatu League. Saat ini produksi sepatu League baru 10% dari kapasitas pabrik. Kapasitas pabrik sendiri saat ini mencapai 100 ribu pasang sepatu per tahun. Pada tahun 2008, produksi League meningkat hingga 20% dari kapasitas produksi pabrik. Setiap tahun akan terus meningkat, hingga produksi League mencapai 50% dari kapasitas produksi pabrik.
Setelah menjadi perusahaan produsen sepatu olah raga, Grup Berca tetap melakukan usaha-usaha lain yang mendukung kesuksesan League. Fokus pada spesifikasi atau image yang dibentuk dari pertama kali muncul, League memiliki image sebagai invent dari produk sepatu olahraga kelas menengah dan dipandang sebelah mata karena produksi dalam negri. Namun seiringnya waktu, League sudah tidak dianggap sebelah mata oleh para konsumen Indonesia, karena kualitas dan harga yang mudah dijangkau konsumen Indonesia. Dan hal ini membentuk positioning produk League itu sendiri.
Positioning berguna untuk membedakan tawaran yang diberikan produsen dengan membangun sejumlah keunggulan bersaing yang menarik perhatian dalam segmen tertentu. Tugas positioning terdiri dari tiga langkah, yaitu mengidentifikasi sejumlah keunggulan bersaing yang dapat dijadikan dasar untuk membangun posisi, memilih keunggulan bersaing yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk membangun posisi, memilih keunggulan bersaing yang tepat, dan memilih suatu strategi positioning produk secara menyeluruh.Grup Berca kemudian harus secara efektif mengkomunikasikan serta menyampaikan posisi yang dipilih kepada pasar.
Untuk menekan biaya produksi League memiliki strategi dengan melakukan produksi di Indonesia sebab biaya buruh masih terbilang murah serta strategi perpaduan menggunakan bahan baku lokal dan impor yang dikombinasikan.
STRATEGI MEREK PRODUK LEAGUE
League menganut diversifikasi monolitik, dimana semua produk turunannya terkonsentrasi terhadap induk perusahaan, yaitu tetap menggunakan nama League untuk semua produk turunannya. Pada awalnya, sebagai perusahaan sepatu, League membranding produknya dengan positioning “Sepatu lokal berkualitas” dan “lead the way”.
Kegiatan branding tersebut di dukung dengan konsep komunikasi pemasaran yang bagus dan terstruktur. Dari awalnya, League melakukan pemasaran ke di setiap peertandingan. Melalui komunikasi pemasaran yang tidak sembarangan.
2004
Sebagai sponsor resmi kontingen atlet Indonesia di Olimpiade di Athena – Yunani dan tim basket DKI Jakarta dan tim sepak bola Papua di PON XVI Palembang.
2005
League sebagai seragam resmi kontingen SEA GAMES di Phillipina.
2006
League sebagai sponsor apparel dari Indonesian Basketball League (IBL)
2008
League memsponsori tim basketball, CLS Knights – sebagai duta dari merek League untuk komunitas basket, khususnya di Surabaya.
Oktober – Desember 08, League juga mensponsori pakaian dan sepatu untuk turnamen futsal antar mahasiswa yaitu Liga Futsal Mahasiswa (LIFUMA) seJADEBOTABEK, yang diikuti oleh 24 universitas terbaik.
League mencoba membranding produknya dengan citra yang tinggi. Menjangkau pasar yang tepat dalam memasarkan dan memperkenalkan produknya.
STRATEGI MARKETING
Strategi marketing yang dilakukan Grup Berca untuk memasarkan produk lokal buatannya lebih banyak melakukan pemasaran grass road underground. Maksudnya, dengan mensponsori kegiatan olah raga di SMU dan perguruan tinggi tertentu, serta event-event olah raga nasional dan sudah banyak terobosan baru dengan memasarkan produknya di pusat perbelanjaan besar.
Kekuatan Grup Berca adalah pada jaringan ritel sepatu sport dan pengalaman dalam membuat sepatu League. Grup Berca sadar untuk pasar luar negeri karena membangun merek sendiri tidaklah mudah. Pasar sepatu sport dan fashion sangat kompetitif. Butuh terobosan yang kuat untuk membangun komunitas, agar mendorong target pasarnya membeli untuk yang pertama kali. Promosi produk League harus berani dan bersifat terus-menerus.
SEGMENTASI LEAGUE
Pemasaran segmen menawarkan beberapa manfaat yaitu perusahaan dapat memasarkan barang dan jasanya secara lebih efisien dalam membidikkan produk dan jasa. Perusahaan juga dapat memasarkan produknya dengan lebih efektif dengan menyesuaikan harga, produk, dan program komunikasinya bagi segmen-segmen yang telah dipilih. Beberapa variabel yang biasa digunakan untuk mensegmentasi pasar, adalah:
Geografi, dengan membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda sperti negara bagian, wilayah, maupun kota.
Bagi League, segmentasi berdasarkan Geografis ditujukan kepada kota-kota dipropinsi yang tingkat kebutuhan dan daya beli yang lebih besar dibandingkan kota-kota lainnya. Namun tidak tertutup kemungkinan League akan merambah ke desa-desa guna mensosialisasi dan memperluas pasar.
Pendapatan
Pendapatan dari konsumen/pasar perlu diperhatikan, untuk memiliki barang League, tidaklah perlu konsumen yang berpenghasilan besar, karena harganya yang terjangkau, mencapai 1/3 harga dibanding merek internasional (Nike, Umbro, dll).
Psikografis, membagi konsumen manjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, atau karakteristik kepribadian.
League ditargetkan untuk pasar/konsumen yang mementingkan gaya dan penampilan. Karena didesain mengikuti kebutuhan dan tren yang ada, maka League menempatkan posisi pada segmentasi pada konsumen dengan gaya hidup yang cukup tinggi serta kelas sosial menegah sampai menengah keatas. Namun pada kenyataannya League masih dalam posisi dibawah saudaranya, NIKE dan AND1 serta Umbro dalam hal segmentasi Psikografis konsumennya.
Perilaku, membagi konsumen berdasarkan pengetahuan, sikap, kegunaaan, atau tanggapan suatu produk.
League menempatkan posisi pada segmentasi konsumen yang mengedepankan bangga terhadap produk dalam negri dan cinta produk dalam negri. Konsumen tersebut sangatlah mendukung kemajuan dan perkembangan bisnis League ini.
Dengan melayani segmen dan bukan pasar secara keseluruhan, League memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk dapat menyampaikan nilai kepada konsumen dan menerima imbalan yang maksimum atas perhatian kepada kebutuhan pelanggan.
Segmentasi Produk Grup Berca
REFERENSI
Untuk bisa pesan untuk kegiatan kontak siapa yaaa